Hadist-hadist Rukyat dan Keummian Umat (Studi Pemahaman Hadits)

Baidarus S.Pdi

Abstract


Penentuan awal bulan qamariah menjadi sesuatu yang sangat penting bagi umat Islam, terutama bulan-bulan yang ada implikasi ibadah khusus di dalamnya, seperti Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah. Berdasarkan hadis-hadis Rasulullah SAW., khususnya yang berkaitan dengan hadis-hadis rukyat yang dijadikan sebagai rujukan dalam penetapan awal bulan Ramadan, dapat kita temukan 4 (empat) kategori hadis. Pertama,  hadis-hadis yang memerintahkan melakukan rukyat ketika hendak berpuasa Ramadhan dan beridulfitri; Kedua, hadis-hadis yang melarang berpuasa dan beridulfitri sebelum melakukan rukyat; Ketiga, hadis-hadis yang memerintahkan menggenapkan bulan berjalan apabila hilal tertutup awan sehingga tidak bisa dirukyat; dan, Keempat, hadis tentang umat yang ummi dalam pengertian tidak menguasai baca tulis dan tidak bisa melakukan hisab. Berdasarkan hadis-hadis tersebut dapat dipahami bahwa secara umum Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabatnya untuk memulai dan mengakhiri ibadah puasa Ramadan dengan melakukan rukyat terlebih dahulu, hal ini tergambar dari hadis-hadis yang tergolong dalam kategori pertama sampai dengan ketiga. Namun setelah kita membaca dan memahami hadis pada kategori keempat, dapat dipahami bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk melakukan rukyatul hilal disebabkan kondisi umat yang masih ummi (disebabkan kondisi masyarakat pada saat itu yang belum mampu melakukan hisab). Semangat hisab ini, juga dapat kita temukakan dalam beberapa ayat al-Quran.

 

Kata Kunci: hadist rukyat, rukyatul Hilal, hisab.


Full Text:  Subscribers Only

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats