Dinamika Penegakan Hukum Peredaran Narkoba Bagi Warga Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A

Kasmanto Rinaldi

Abstract


Obat telah menjadi musuh bagi rakyat Indonesia. Dianggap sebagai sesuatu yang dapat merusak generasi muda Indonesia dan memang menjadi musuh karena pengaruhnya yang sangat negatif pada pengguna. Obatobatan tidak hanya beredar di masyarakat umum, tapi sekarang kita mendengar dan melihat juga bahwa obat telah mulai memasuki lingkungan tahanan/LP. Salah satu alasan bahwa perdagangan narkoba dapat terjadi adalah karena ada lebih ramai. Penuh sesak rupanya didukung oleh masalah lain yang melewati batas. Melewati batas dianggap sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi iaitu kelebihan beban tahanan. Melewati batas terjadi ketika ternyata seorang tahanan harus dirilis tapi masih ditahan. Ini juga berkaitan dengan sistem peradilan pidana yang tidak lagi bekerja secara komprehensif. Menggunakan pendekatan kualitatif dalam mencerminkan perspektif fenomenologis ada bertujuan secara akurat mengukur fakta-fakta di lapangan dengan menggunakan analisa kualitatif melalui sistematis Deskripsi dalam mengumpulkan faktafakta. Jadi dalam temuan bahwa kejahatan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Pekanbaru lebih dominan dipengaruhi oleh faktor sarana dan fasilitas belum cukup, faktor masyarakat atau orang-orang di lembaga pemasyarakatan yang mengetahui adanya obat praktek dilembaga pemasyarakatan tetapi melakukan pelaporan. Dan adanya kerjasama antara petugas atau orang-orang dengan warga pelanggar narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru.

 

Kata kunci: Sirkulasi, Obat-Obatan, Penjara.

 

Drugs have become common enemies for the people of Indonesia. Considered as something that can damage the young generation of Indonesia and indeed become the enemy because of its very negative influence on its users. Drugs are not only circulating in the general public, but now we hear and see also that drugs have started to enter the penitentiary environment. One of the reasons that drug trafficking can happen is because there is over crowded.  Overcrowded apparently supported by other problems that overstaying. Overstaying considered to be one of the factors that influence the overload. Overstaying happens when it turns a prisoner should be released but are still detained or released. It also deals with the criminal justice system which is not yet working comprehensively. Using a qualitative approach in reflecting the existing phenomenological perspective aims to accurately measure the facts in the field by using qualitative analysis through systematic description in collecting the facts. So in the findings that the crime of drug abuse in Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Pekanbaru more dominant influenced by the factor of facilities, and the facilities have not been sufficient, community factors or people in the Penitentiary who knows the existence of drug practices in prisons but did not report things. And the existence of cooperation between officers or persons with the Assisted citizens of drug offenders in Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru

 

Keyword : Circulation, Drugs, Penitentiary.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats